Tuan rumah Riau keluar sebagai juara umum Kejurnas dayung yang berlangsung di Pekanbaru, 16-23 Desember 2010, setelah mengantongi lagi tiga medali emas di hari terakhir nomor dragon boat. Tiga emas itu masing-masing diraih pada nomor perahu naga 22 orang jarak 500 meter putra, kemudian 12 orang 500 meter putra, serta nomor dragon boat 12 orang 500 meter putri yang berlangsung di Danau Buatan, Pekanbaru, Kamis.
Tim dayung Riau berhasil menyisihkan tim dayung dari daerah lain pada sisa tiga nomor itu, serta mendapatkan tempat teratas sejak penyisihan digelar pada waktu pagi dan final digelar sore hari.
Dengan raihan tiga medali emas itu, membuat tuan rumah meyodok posisi puncak perolehan medali yang sehari sebelumnya ditempati Jawa Barat dengan hanya selisih satu emas sekaligus ke luar sebagai juara umum kejurnas dayung 2010.
Riau memastikan juara umum setelah meraih 12 emas, 3 perak dan 5 perunggu, kemudian ditempat ke dua ditempati Jawa Barat dengan 11 emas, 8 perak, dan 6 perunggu, dan tempat ke tiga Jawa Timur dengan 5 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Tim dayung Sulawesi Tenggara berada di posisi ke empat setelah meraih 3 emas, 7 perak, dan 4 perunggu, sedangkan tim ibu kota DKI Jakarta harus puas di tempat ke lima setelah meraih 3 emas, 4 perak dan 1 perunggu.
Kemudian disusul Jambi yang berada di peringkat ke enam dengan 3 emas, 2 perak, dan 2 perunggu, di peringkat ke tujuh ada Papua dengan raihan 2 emas, dan 2 perunggu, disusul Maluku di peringkat ke delapan dengan 1 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Sedangkan tim dayung dari Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Banten, Papua Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Jawa Tengah, secara berurutan berada di peringkat sembilan dan 16.
Kendati ke luar sebagai juara umum, namun Pengprov PODSI Riau menyatakan posisi mereka pada salah satu cabang olahraga air itu masih harus ditingkatkan mengingat masih banyak event dayung yang bakal digelar.
Di antaranya selepas Sea Games tahun 2011 yang berlangsung di Sumatera Selatan, masih terdapat Pra PON yang digelar di Danau Cipule, Jawa Barat tahun 2011, baru kemudian PON XVIII tahun 2012 di Riau. "Prestasi tim dayung kita masih harus ditingkatkan lagi, sebab banyak event yang digelar sebelum Riau jadi tuan rumah PON," ujar Ketua Harian Pengprov PODSI Riau, Sanusi Anwar. Meski demikian, Pengprov PODSI tetap memberikan penghargaan kepada para atletnya yang telah menyumbang emas dalam kejurnas dayung itu berupa bonus Rp10 juta sesuai amanat KONI Riau bagi atlet yang berprestasi.
Sumber http://www.kompas.com





0 komentar:
Poskan Komentar