Terbaik Nasional, Kantongi 1,3 Milyar
Indonesia bisa saja meninggalkan Guangzhou, China, tempat perayaan Asian Games XVI November tahun lalu dengan kepala tertunduk. Pulang dengan hanya mengantongi satu medali emas dari cabang Bulutangkis sangat jauh dari harapan. Beruntung cabang olahraga
dayung perahu naga menyumbang tiga medali emas di detik-detik terakhir pagelaran terbesar negara-negara Asia itu.
Siapa aktor di balik sukses besar dayung perahu naga di AG XVI? Anwar Tarra memimpin rekan-rekannya menjadi yang terbaik di cabang olahraga yang baru di pertandingkan itu. Anwar pun dinobatkan sebagai atlet terbaik nasional tahun 2010 menyisihkan Irfan Bachdim di cabang olahraga sepak bola ataupun Taufik Hidayat di cabang olahraga bulutangkis.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) tersebut tak pernah bermimpi meraih puncak sukses di olahraga yang menjadi pilihannya itu. Bahkan, saat pertama kali menggelutinya, pria kelahiran Gowa, 11 Januari 1987 itu hanya sekadar iseng. Awalnya, saat masih duduk di bangku kelas 1 SMA tahun 2001, pria berusia 23 tahun itu dihadapkan pada empat pilihan cabang olahraga. Tinju, selancar, atletik, dan dayung menjadi pilihan saat itu. Dia harus memilih satu di antaranya untuk seleksi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Waduk Jatiluhur Purwakarta Jawa Barat. "Tak pernah membayangkan bisa sukses seperti sekarang, pertama kali masuk Pelatnas cuma iseng saja pilih dayung," kata Anwar kepada Profesi.
Pilihannya pun terbilang nekat, putra kedua dari pasangan Tarra dan Rabiah itu tak bisa berenang. Mendayung perahu di air yang dalam sangat berbahaya tanpa keterampilan renang. Anwar pun menggeluti dayung di Pelatnas, sekaligus belajar berenang. "Tekad dan kemauan yang membuat saya bisa menguasai keduanya dalam waktu singkat," terangnya.
Pilihan yang awalnya ragu, ternyata tak keliru. Olahraga ini melambungkan namanya dengan ukiran prestasi. Tiga medali emas di AG XVI dan penetapannya sebagai pemain terbaik nasional dari Presiden RI dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga sebagai atlet terbaik seluruh cabang olahraga sebagai bukti. Parama krida madya merupakan sebutan gelar yang diberikan Presiden dan menegpora sebagai bintang penghargaan selaku pemain terbaik seluruh Indonesia di semua cabang olahraga.
Prestasinya pun menyulap dirinya menjadi seorang milyoner. Padahal, orangtua Anwar hanya berprofesi sebagai petani kecil di Bonto Mate'ne, Gowa. "Dari hadiah dan semua bonus AG, saya menerima kurang lebih Rp1,3 milyar," akunya.
Anwar pun mulai menata hidupnya. Hadiah dan bonus rencana digunakan untuk membangun rumah untuk istri dan anaknya yang baru berusia tiga bulan. Sisanya ditabung untuk investasi di masa mendatang. Dia sadar, popularitas dan kesempatan berprestasi akan berakhir seiring dengan munculnya generasi-generasi baru. "Saya juga ingin agar kedua orangtua saya berangkat ke tanah suci," janjinya.
Selain tercatat sebagai atlet nasional, Anwar juga adalah seorang pegawai PDAM di kota kelahirannya. Tak hanya itu, perlu diingat ia pun kini masih berstatus mahasiswa Jurusan Pendidkan dan Kepelatihan Olahraga yang sementara dalam proses penyelesaian studi. Membagi waktu antara kuliah, kerja dan kesibukannya sebagai atlet tentu tidaklah mudah, beruntung orang-orang di lingkungan kerja ataupun di lingkungan kampus mengerti kesibukannya. “Saya biasa hanya berkonsultasi dengan dosen lewat telepon, menanyakan apa saja materi-materi saya yang kurang atau tugas-tugas apa saja yang belum masuk,” akunya.
Sebagai satu-satunya mahasiswa UNM dalam olahraga dayung yang mewakili Indonesia di Ajang Asian Games tersebut dan kembali dengan segudang prestasi tentu menjadi suatu kebanggaan tersendiri buat UNM, Sulsel, dan Indonesia pada umumnya. Terlebih lagi ketika Anwar Tarra dkk, mampu membawa nama Indonesia tercatat dalam rekor dunia (Guiness Record) karena meraih tiga medali emas sekaligus dalam satu cabang olahraga. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, bukan hanya di dayung tetapi di semua cabang olahraga di dunia. Suatu prestasi yang memang mengharumkan bangsa dan UNM khususnya “Yang jelas di setiap kesempatan saya selalu memperkenalkan UNM,” akunya yang selalu berusaha membangun citra positif untuk kampus tercintanya.
Namun, mahasiswa semester VIII itu tetap gusar. Pihak kampus tak terlalu respon dengan segenggam prestasinya. "Sepulang dari China pernah terdengar kabar katanya Pak Rektor mau undang, tapi toh hingga saat ini belum ada tanda-tanda," akunya sambil menyunggingkan senyum.(DIR)
Biodata :
Nama : Anwar Tarra
TTL : Gowa, 11 Januari 1987
Jurusan : Pendidikan Kepelatihan Olahraga
Angkatan : 2007
Prestasi :
Juara I Asian Games China 2010
Juara I Asian Champion Iran 2009
Juara II Sea Games Thailand 2008
Juara III Pra Olimpiade Jepang 2008
Juara I Dragon Championship Malaysia 2007
Sumber : Profesi unm.org





0 komentar:
Poskan Komentar