Kamis, Maret 10, 2011

LA ODE NURWAN HALIO

La Ode Nurwan Halio, Atlit Dayung Nasional

Bergelimang Prestasi, Berharap Status PNS

Menjadi atlit nasional mungkin harapan setiap atlit. Namun, hidup ini tak sepenuhnya terjamin dengan predikat tersebut. Ibarat hidup ini tentatif, berarti pilihan apapun harus dimanfaatkan. Ini pun dirasakan para atlit binaan PPLP Sultra

Kasmilahi, Kota Kendari

Laode Nurwan Hailo (22), salah satu atlet dayung Sultra, sudah meraih sejumlah prestasi di tingkat Nasional. Menyandang prestasi juara pada cabor unggulan Sultra, tentu tidak gampang. Ternyata, kebiasaan masa kecil Nurwan - sapaan akbrab - mengantarkan dirinya mengalungi sejumlah medali.

"Masa kecilku dulu, saya banyak habiskan waktu, di sungai tiworo dekat rumah. Bermain perahu disana sepanjang hari sangat mengasyikan,"ucapnya pada jurnalis koran ini saat ditemui di kediamanya Jl. Hea Mokodompit, Kendari.


Sambil duduk bersila di bilik kamar kontrakannya, ketika menerima kunjungan jurnalis harian ini Senin (29/3). Tampak pria kelahiran Kabupaten Muna ini, sesekali mengepulkan asap rokok yang dihisapnya. Ia bertutur, setelah tamat SDN 1 Tikep tahun 2000, saya kemudian ikut keluarga tinggal di Kendari.

Dalam memenuhi hobi mendayung, Pusat Pembinaan Latihan Pelajar (PPLP) Sultra, menjadi incaran lelaki tujuh bersaudara ini, "Saya dengar tentang PPLP dari om saya, lalu saya ikut pembinaan di PPLP selama enam tahun, selama itu juga saya berhasil meraih 11 medali pada tingkat nasional,"kenangnya.

Mahasiswa semester 8 FKIP Unhalu ini juga mengisahkan tentang kesannya dalam tiap kejuaraan Nasional ketika dikalungkan medali pertama kali saat meraih perunggu di Kejurnas PPLP Makassar 2001, silam. "Kejurnas itu saya ikuti ketika saya masih duduk dibangku SMP, saya dapat juara tiga waktu itu,"tuturnya. "Dan saya bahagia sekali kala itu,"lanjut Nurwan.

Bagi Nurwan sejumlah prestasi itu terpatri menjadi kenangan setelah dirinya dinyatakan sebagai alumni PPLP tahun 2006 silam. "Saya masih ingin berprestasi, tapi sekarang saya sudah alumni PPLP," keluhnya. "Coba saja Sultra seperti daerah-daerah lain yang memiliki Pusat Pembinaan Latihan Mahasiswa (PPLM), mungkin saya masih bisa latihan intensif,"ingatnya.

Setelah tamat PPLP, lelaki kelahiran Kambara Kabupaten Muna ini, juga mengisahkan tetang teman-teman seangkatannya di PPLP banyak pulang kampung karena tak ada lagi pembinaan berjenjang."Ada beberapa teman saya setelah tamat PPLP mereka pulang kampung sebagian juga sudah menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS), saya memilih bertahan disini (Kendari) sambil kuliah,"ucapnya.

Siang itu pukul 11.00 Wita, sinar matahari sangat terik, seakan menghaguskan tiap kulit lunak. Sultra, Indonesia belahan timur, panas matahari tertinggi rata-rata mencapai 28 derajat celsius, suasana pemukiman mahasiswa kampus UNHALU Jl. Hea Mokodompit tampak seperti biasa, didepan bilik kontrakan yang dihuni atlit ini, banyak mahasiswa yang berseliweran, mereka mungkin hendak masuk kuliah sebagai rutinitas kampus atau mengurus aktifitas lain.

Nurwan kembali bertutur, dayung menjadi olahraga primadona Sultra penyumbang medali emas terbanyak tiap iven nasional baik Kejurnas, maupun PON. tapi, kegemilangan itu, hanya bertahan sampai tahun 2004 ketika PON XVI lalu, setelahnya pretasi dayung mulai merosot."Saya juga tidak tau, mengapa tiap tahun prestasi dayung kian merosot,"heran Nurwan. Tapi, lanjut dia, Ini akibat banyaknya atlet dayung berprestasi di Sultra, yang meninggalkan Sultra dan memperkuat Provinsi lain.

"Atlet dayung banyak yang pindah, Dasri atlit binaan PPLP Sultra tahun 2004, pindah ke Jawa Timur. Dasri memperkuat tim dayung Jatim di PON 2008 lalu,"ungkap Nurwan. Tidak hanya Dasri lanjut Nurwan ada juga atlet bernama Bambang binaan PPLP tahun 1992, pindah dan menjadi atlit dayung primadona Jawa Timur. Setiap kali diturunkan pada gelanggang dayung selalu meraih medali emas. "Saya juga pernah diajak pindah kesana, tapi saya masih cinta pada tanah kelahiranku, kehormatan yang tak terkira ketika bisa mengharumkan nama Sultra di pentas nasional"ujarnya.

Bagaimana perhatian pemprov pada prestasi yang pernah diraih Nurwan? "Saya mendapat bonus-bonus medali pada tiap kejuaraan yang kumenangkan. Selebihnya belum ada,"jawabnya. "Kedepan, mungkin saya akan coba mendaftar PNS jika sudah sarjana,"ancangnya. Ia juga mengungkapkan ketika dirinya dibutuhkan untuk memperkuat tim dayung sultra, ia masih siap berlatih (*)
Data Diri

Nama : La ode Nurwan Hailo
TTL : Kambara, Kabupaten Muna Sultra, 13 Juni 1988
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam

Pendidikan
SDN 1 Tikep Tamat thn 2000
SLTP 9 Kendari Tamat thn 2003
SMA DDI Kendari Tamat thn 2006
PPLP Sultra 2000-2006

Prestasi
- Medali Perunggu, Kejurnas Dayung PPLP Makassar 2001 Nomor Kayak 500 meter Putra
- Medali Emas, Kayak satu 1000 meter putra, Kejurnas Yunior di Makassar, 2002
- Medali Perak, Kayak dua 1000 meter putra Kejurnas Yunior di Makassar , 2002
- Medali Perunggu, Kayak satu 1000 meter putra, Pekan Olahraga nasional (POPNAS), Makassar, 2003
- Medali Perunggu, Kayak dua 1000 meter putra, Pekan Olahraga nasional (POPNAS) VII, Makassar, 2003
- Medali Emas, Kayak dua 500 meter, Kejurnas PPLP Yogyakarta, 2003
- Medali Perak, Kayak satu 1000 meter putra, Kejurnas Junior Palembang, 2004
- Medali Perunggu, kayak dua, 1000 meter putra, Kejurnas Junior Palembang, 2004
- Medali Emas, Rowing 8+, PON XVI 2004.
- Medali Perak, kayak dua 500 meter putra, Kejurnas PPLP, Indramayu, 2004.
- Medali Emas, kayak satu 500 meter Putra. Kejurnas PPLP, Kendari, 2005.


Sumber : Kendari Expres

0 komentar:

SOUVENIR dan ACCESORRIES

1. T-Shirt
2. Miniatur Kayak
3. Gantungan Kunci

KOLOM IKLAN

FOR SALE / DIJUAL

Dijual Dayung Braca/Bracsa
Harga 6 jt (nego)
Model Biasa dan Sambung, Barang Import (Produk Asli)
Berminat Hub. 0812 77575 22

KAYAK
K-1 Fiber Rp. 9 jt
K-2 Fiber Rp. 13 jt
K-4 Fiber Rp. 22 jt

CANOE
C-1 Fiber Rp. 9 jt
C-2 Fiber Rp. 13 jt
Cano Polo Rp. 5 jt jt
Canoe Pantai/Dayung Untuk Rekreasi Rp. 7,5 jt

BAHAN CARBON
K-1 dan C-1 Rp. 22 jt
K-2 dan C-2 Rp. 27 jt
K-4 Rp. 47 jt


KAYAK-KANO model Tropical (bentuk seperti background blog ini)

Cocok digunakan untuk diarus tenang, laut, susur pantai, wisata mangrove, dan juga latihan Eskimo Roll.

Harga/Price
Single/Tunggal Rp. 5,5 jt
Double/Ganda Rp. 6,5 jt

KAYAK-KANO model otosport
Single/Tunggal Rp. 6,5 jt
Double/Ganda Rp. 7,5 jt

Harga KAYAK dan CANOE sewaktu-waktu dapat berubah, tidak termasuk dayung, bonus lifejacket (pelampung) dan belum termasuk biaya pengiriman.

KAYAK FREESTYLE (SLALOM) Harga Rp. 15 juta (belum termasuk biaya pengiriman)

Berminat Hub. 0812 77575 22

PENGUNJUNG

KAYAKING TOUR / WISATA BAHARI

KAYAKING TOUR
1. Tanjungpinang - Pulau Penyengat
2. Tanjungpinang - Dompak
3. Tanjungpinang - Sibauk/Madung

WISATA MANGROVE
Keliling Pulau Senggarang

Pengurus HIPKA

SUSUNAN PENGURUS HIMPUNAN PENCINTA OLAHRAGA KAYAK KANO
KOTA TANJUNGPINANG

Pembina : Abu Mansyur, S.Sos,
Ketua Umum : Herry Emilza, SKom
Sekretaris : Bayu Wicaksono
Bendahara : Lulu Desnawati Ely
Kesekretariatan : Yulianda
Perlengkapan : Pandri Jaya
Operasional : Risdian Ahmad Mattuhanda
Seksi Canoeing : Syamsul Bahri
Seksi Rowing : T a s m a n
Seksi Perahu Naga (Dragon Boat) : Ilham Wahyudi
Pelatihan : Azwardi Ely
Humas : Hendy Syahputra,
Roni Paslah