Jakarta, Kompas - Untuk menunjang sistem pelatihan di pelatnas SEA Games XXVI/2011 dan untuk meningkatkan kualitas pelatih dayung, Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia mengadakan pelatihan fisiologi. Pelatihan diselenggarakan di lokasi pelatnas dayung di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, 21-26 Februari.
Sekretaris Jenderal (demisioner) Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Budiman Setiawan, Senin (21/2), mengatakan, pelatihan fisiologi itu utamanya bagi pelatih dayung yang ada di Pelatnas SEA Games Program Indonesia Emas (Prima). Namun, PB PODSI juga memberi kesempatan kepada pelatih-pelatih dayung potensial dari provinsi-provinsi di Indonesia yang atletnya berada di pelatnas.
Pelatihan fisiologi diberikan oleh Kurt Jensen, Chief of Test Center, Odense University, Denmark. Universitas Odense merupakan tempat tim nasional semua cabang olahraga di Denmark melakukan tes fisik.
Menurut Budiman, pada umumnya fisiologi menjadi momok bagi para pelatih maupun mahasiswa fakultas pendidikan olahraga dan kesehatan, terutama bagi yang berasal bukan dari SMA jurusan IPA. Sementara seorang pelatih olahraga yang baik harus mengetahui ilmu faal (fisiologi/physiology) karena fisiologi adalah ilmu yang mempelajari kerja tubuh.
Dalam kaitan dengan pelatihan tersebut, para pelatih akan mendapat pelatihan mengenai sports exercise physiology untuk setiap kecabangan, yaitu untuk cabang rowing atau dayung dan canoeing/dragon boat atau perahu naga.
Melihat kecabangannya, pelatihan dibagi dalam dua kelas, yakni kelas rowing dan kelas canoeing/dragon boat. ”Jadi, teknik maupun fisiologi sama pentingnya karena dari fisiologi kita bisa membuat model-model latihan/metode latihan,” ujarnya.
Budiman menambahkan, pelatihan sengaja dilakukan di Jatiluhur untuk memudahkan praktik tes fisiologi, di antaranya seperti tes VO2 max.
Adapun Manajer SEA Games Tim Perahu Naga Young Mardinal mengatakan, pada Sabtu (19/2) dilakukan tes evaluasi kecabangan untuk atlet-atlet yang bergabung di pelatnas dayaung. Tes dilakukan untuk melihat kemajuan pelatihan. (HLN)
Sumber : Kompas.com





0 komentar:
Poskan Komentar